Category: Wisata di Kota Jogja

Belajar dan bermain di Taman Pintar Jogja

Taman Pinter Jogja tempat bermain dan berrekreasi bagi anak-anak yang khusus di persiapkan Pemerintah Kota untuk mendukung perkembangan sains dan teknologi guna menciptakan motivasi dan semangat bagi anak-anak untuk mencintai dunia sains. Taman pintar lokasinya ada di sebelah timur malioboro masih di kawasan jantung kotanya Jogja.

Dahulunya lokasi taman pintar merupakan pusat shopping center baru di tahun 2004 mulai dilakukan relokasi untuk pembangunan taman pintar dan baru di resmikan di tahun 2008. Memasuki wilayah taman pintar di pintu masuk kita bisa melihat jejeran penjual buku-buku yang biasanya dipanggil shopping, ada juga pusat perbelanjaan.

Lokasi taman pintar Jogja

Letaknya di depan Gedung Bank Indonesia atau sebelah timur perempatan Jalan Malioboro. Alamat lengkapnya di Jalan Panembahan Senopati Nomor 13 Yogykarta Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jam buka dan harga tiket masuk

  • Taman Pintar buka setiap hari Selasa sampai dengan Minggu dan untuk hari senin libur kecuali bertepatan dengan hari libur nasional. Buka dari jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk untuk untuk anak-anak Rp. 10.000 dan dewasa Rp. 18.000 harga tersebut untuk perseorangan non rombongan dan hanya tiket masuk saja belum termasuk untuk tiket menikmati wahana permainan yang ada di dalamnya.

Daftar permainan yang ada di Taman Pintar

  1. Program kreatif
  • Kreasi batik Rp. 5.000 untuk anak-anak dan dewasa
  • Lukis kaos Rp. 30.000 untuk anak-anak dan Rp. 40.000 Untuk dewasa
  • Kreasi Gerabah Rp. 5.000 untuk anak-anak dan dewasa
  • Hand on Science Rp. 5000 untuk anak dan dewasa
  • Lukis gerabah Rp. 10.000 untuk dewasa dan anak-anak.
  • Latihan menjadi presenter TV Rp.10.000 untuk anak dan dewasa.
  1. Wahana teater 3D

Harga tiket masuk untuk menikmati pertunjukan teater 3D bagi rombongan Rp. 15.000 untuk minimal rombongan 20 orang, pelajar Rp. 15.000 dan untuk umum Rp. 20.000

  1. Planetarium

Harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk semua usia

  1. Wahana bahari

Harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk semua usia

  1. Gedung Paud

Untuk anda yang membawa anak-anak usia 2-7 tahun ada ruang khusus bermain bagi mereka dan hanya dikenakan biaya Rp. 3.000 per anak

Total ada 3 gedung yang bisa di datangi oleh wisatawan yaitu gedung kotak, gedung oval dan gedung Memorabilia. Wisata di Kota Jogja selain wisata belanja, wisata sejarah tidak ada salahnya untuk berwisata sambil bermain untuk anak-anak anda.

Spot foto keren di Taman Sari Jogja

Taman sari Jogja masuk dalam kawasan wisata yang ada di jantung kota Jogja, Taman Sari recommend tempat wisata di kota Jogja yang wajib dikunjungi.  Dahulunya taman ini dipakai sebagai tempat rekreasi keluarga Kerajaan dan juga dipakai sebagai benteng pertahanan. Bangunan taman  sari awal mulanya  seluas 10 heaktar (sekarang sudah berkurang)  yang terbagi menjadi 57 bangunan antara lain

  1. Kompleks kolam pemandian
  2. Pulau buatan
  3. Danau buatan
  4. Jembatan gantung
  5. Taman
  6. Kanal air
  7. Lorong bawah tanah
  8. Beberapa gedung.

Pada bagian istana taman air terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu: danau buatan yang terletak di sebelah barat, Pemandian Umbul Binangun yang terletak di bagian selatan, Kolam Garjitawati, Pasarean Ledok sari yang terletak di bagian 2 selatan dan jembatan gantung yang menghubungkan kolam Garjiwati dan Pasarean Ledok sampai ke Pemandian Umbul Binangun.

Saat ini bangunan istana taman air yang masih utuh hanya pemandian Umbul Binangun saja yang lain sudah dijadikan tempat pemukiman abdi dalem Keraton Yogyakarta.  Artistektur bangunan taman sari gabung dari orang Jawa, Eropa, dan Cina. Dengan memadukan tiga agama Budha, Hindu dan islam. Lokasi Taman Sari berada di sebelah selatan sekitar 15 menit dari Alun-alun Selatan atau Alkid.

Taman sari sering dijadikan sport untuk foto prewedding dan foto buku tahunan  memang banyak orang yang tertarik mengunjungi Taman Sari untuk berfoto. Sport foto keren di taman sari ada di pamandian Umbul Binangun dan disela-sela bangunan yang ada. Gaya arsitektur bangunan yang terkesan kuno menjadi daya Tarik tersendiri di tempat ini. Tips and Trik sebaiknya tidak mengunjungi tempat ini saat matahari terik-teriknya karena suhu panas bisa menganggu sesi foto-foto anda.

Untuk sampai ke tempat ini tidak begitu sulit, anda yang dari Jalan Malioboro atau Keraton Yogyakarta bisa menaiki becak atau Andong. Wisata di Kota Jogja tidak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Taman Sari ini. Yuk lengkapi foto jalan-jalan kamu di Kota Jogja dengan berfoto di Taman Sari.

Menenangkan Hati di tempat Wisata Malam Alun-Alun Selatan Jogja

Alun-alun selatan Jogja atau yang dikenal dengan alun-alun kidul atau alkid merupakan sebuah lapangan luas yang di tumbuhi dua pohon beringin kembar di tengahnya. Tepatnya berada di belakang Keraton Yogyakarta dan menjadi salah satu wisata di kota Jogja. Alun-Alun Selatan atau Alkid diyakini sebagai tempatnya dewa-dewa istirahat atau palereman sehingga sampai sekarang tempat ini digunakan masyarakat untuk menenangkan hati dan pikiran.

Ritual Laku Masangin

Aktivitas terkenal dan wajib dilakukan di alun-alun kidul adalah ritual masangin. Menurut kepercayaan yang ada siapa saja yang berhasil melewati dua beringin kembar dengan menutup mata berarti orang tersebut berhati bersih dan menurut kepercayaan juga keinginan mereka akan terkabul. Mitos ini masih dipercaya sampai sekarang, bahkan ritual Masangin menjadi aktivitas wajib yang harus dilakukan ketika mengunjungi wisata malam alun-alun selatan ini.

Wisata di alun-alun selatan  baru akan ramai di malam hari saat pagi alun-alun akan digunakan ibu-ibu untuk mengasuh anaknya, ada juga anak-anak sekolah yang menggunakan alun-alun sebagai tempat olahraga. Sore hari baru mulai terasa ramai para pedagang membuka lapaknya dan saat malam suasana ramai baru berasa di tempat ini.

Jasa Sewa Sepeda tandem

Di alun-alun selatan kita akan melihat banyak sepeda tendem dengan lampu-lampu indah yang menyala mengitari alun-alun. Sepeda-sepeda itu bisa di sewa dengan harga yang menyesuaikan berapa kali putaran serta kapasitasnya.

Lokasi Alun-alun selatan

Secara administrasi alun-alun selatan berada di kecamatan Keraton, Kabupaten Kota Yogyakarta, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses menuju ke Alun-alun Selatan

Alun-alun selatan bisa degan mudah dijangkau oleh wisatawan baik lokal maupun manca negara. lokasinya berada di sebelah selatan Keraton Yogyakarta. Berbagai Transportasi yang bisa digunakan yaitu:

  • Becak dari jalan Malioboro atau titik nol KM
  • Kendaraan pribadi nanti parkir di sekitar Alun-alun selatan
  • Bus kota jalur 5 ke/mudian turun di Plengkung Gading lalu berjalan ke utara kurang lebih 5 menit menuju alun-alun selatan

Trans Jogja bisa turun di Jalan malioboro lalu jalan menuju Keraton ke selatan Alun-alun kidul.

Pasar Beringharjo pasar tertua dengan nilai historinya

Pasar Beringharjo memiliki kaitan erat dengan Keraton Yogyakarta, nama kata Beringharjo merupakan arti dari hutan beringin yang memiliki arti sebuah harapan, pasar ini bisa memberikan kesejahteraan bagi semua warga masyarakat Yogyakarta. Lokasinya berada di Jalan Ahmad Yani No. 16 Kota Yogyakarta.

Pasar Beringharjo menjual berbagai jenis barang keperluan rumah mulai dari sayur mayur, Sembako, rempah-rempah, jajanan pasar, batik, Kerajaan, emas, uang kuno, pakaian untuk anak hingga dewasa, keperluan rias pengantin tradisional Jawa, sampai barang antik di jual di tempat ini. Pasar Beringharjo banyak dikunjungi wisatawan di kota Jogja untuk berburu oleh-oleh terutama batik.

Sejarah singkat pasar Beringharjo, awal mulanya kawasan pasar Beringhajo merupakan sebuah hutan beringin, baru setelah dibangun keraton mulai kawasan ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Jogja dan sekitarnya. Nama dari pasar Beringharjo sendiri baru di cetuskan pada periode Sri Sultan Hamengku Buwono VIII di tahun 1925.

Ciri Khas Bangunan

Ciri khas arsitektur bangunan Pasar Beringharjo merupakan perpaduan dari kolonial dan tradisional Jawa, secara umum bangunan pasar di bedakan menjadi dua yaitu timur dan barat. Bangunan utama yang ada di Barat tepat menghadap ke Jalan Malioboro dengan 2 lantai  sedangkan bangunan timur dengan tiga lantai. Sebagai pasar tertua di kota Yogyakarta pasar Beringhajo menjadi ikon layaknya malioboro karena lokasinya yang berada di pinggir jalan Malioboro, di depan pintu masuk barat banyak penjual kaki lima yang menjual aneka makanan seperti pecel, nasi rames, bakso, jajanan pasar dan masih banyak lagi.

Jam Operasional

Pasar Beringharjo berbeda jam operasionalnya dengan Jalan Malioboro yang akan ramai di malam hari. Pasar Beringharjo mulai buka dari jam 5 pagi dan resmi tutup di jam 5 sore. Biasanya penjual pakaian masih jualan sampai malam. Penjual oleh-oleh khas Jogja juga masih berjualan ketika malam hari.

Yang unik di tempat ini

Adanya penjual barang antik menjadikan tempat ini banyak di kunjungi oleh para kolektor barang antik. Lokasi penjual barang antik berada di bangunan timur di lantai 3.

Filosofi persatuan dari Tugu Jogja

Tugu Jogja siapa yang tidak kenal dengan Monumen Tugu yang satu ini. Tempat ikonnya kota Jogja ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Jogja yang wajib dikunjungi. Tugu Jogja menjadi saksi sebuah semangat dalam melawan penjajah sekaligus pembatas kota tua sebelah utara. Tugu Jogja memiliki nama lain yaitu Tugu golong Giling atau Tugu Pal Putih.  Tugu ini dibangun pada masa Pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I di tahun 1755. Pada awal pembangunannya Tugu Jogja secara tegas menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajah.

Bangunan Tugu Jogja yang bisa kita lihat sekarang merupakan bentuk rekonstruksi dari bangunan awal Tugu yang di buat Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pertama kali berdiri bangunan Tugu Jogja berbentuk tiang silinder dan puncaknya berbentuk bulat dengan ketinggian 25 meter. Di tahun 1867 saat terjadi bencana di Jogja bangunan Tugu runtuh sudah tak menampakkan lagi bentuk semangat persatuan.

Baru di tahun 1889 pemerintah Belanda merenovasi seluruh bangunan Tugu, Bangunan Tugu berubah menjadi bentuk persegi dengan setiap sisi merupakan prasasti siapa saja yang terlibat dalam proses pembangunannya, puncaknya tidak lagi bulat melainkan berbentuk kerucut yang runcing, serta ketinggiannya menjadi 15 meter saja, dengan merenovasi bangunan Tugu ini pemerintah Belanda berupaya untuk mengikis persatuan rakyat dan penguasa.

Lokasi Tugu Jogja berada di perempatan antara Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan A. M Sangaji, Jalan Soedirman dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja letaknya segaris imajiner dengan wisata di kota Jogja yaitu Laut Selatan, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.

Jika ingin menikmati suasana rampai tugu Jogja malam hari adalah waktu yang tepat karena di malam hari Tugu Jogja ramai di kunjungi wisatawan untuk berfoto atau sekedar menikmati angkringan kopi. Untuk anda yang menikmati pesona Tugu Jogja dan mengenang filosofi makna dari bangunan Tugu ini bisa datang ke Tugu Jogja pagi hari tepat jam 5 sampai 6  di saat kendaraan belum ramai-ramainya. Saking terkenalnya tugu Jogja banyak mahasiswa yang mengabadikan momen wisuda mereka dengan berfoto sembari mencium dan memeluk monumen ini untuk mengingat sejarah mereka menempuh pendidikan selama di kota  Yogyakrta.

Rasakan denyut Jantung Kota Jogja di Titik 0 KM

Tahukah kalian di mana letak titik nol KM yang ada di Jogja itu?

Sebagian dari kalian pasti sudah tahu di mana lokasi titik 0 KM di Jogja. Ya titik Nol KM yang kita bahas kali ini berada di Jogja tepatnya di perempatan pertemuan antara Jl. Malioboro, Jl. A. Yani, Jl. KH. Ahmad Dahlan, dan Jl. Panembahan Senopati yang menuju ke alun-alun utara Keraton Jogja.  Di titik ini dahulunya sebagai saksi sejarah peristiwa penting yang ada di Jogja. Lokasinya strategis berada tepat di jantung Kota Jogja.

Di titik nol KM kita akan melihat banyaknya bangunan bergaya art deco yang menjadi ikon khasnya. Ada Gedung Bank Indonesia, Gedung kantor pos besar, Monumen Serangan 1 Maret, dan Gedung Agung sebagai istana kepresidenan. Di kawasan ini juga kita bisa berbelanja oleh-oleh khas dari Jogja, menikmati suasana kota dengan bersantai di bangku-bangku yang telah disediakan. Di tempat ini juga sering di adakan pagelaran seni oleh komunitas-komunitas yang ada di Jogja.

Wisata titik 0 Km akan hidup ketika sore menjelang malam. Ketika malam lampu-lampu jalan yang temaram ditambah iringan lagu dari musik jalanan menambah nikmatnya merasakan denyut jantungnya kota Jogja ini. Bangunan, sorot lampu, suasana dan keramahan penduduknya menjadikan tempat ini layak untuk tempat bersantai setelah lelah wisata di kota Jogja.

Yang bisa dilakukan di titik 0 KM

Di titik nol Km kita bisa melakukan berbagai aktivitas di antaranya berfoto, mengunjungi benteng, wisata belanja di Malioboro, Menyaksikan pertunjukan seni jalanan, serta masih banyak lagi.  Untuk kalian anak muda titik nol Km ini dijadikan sebagai tempat nongkrong yang asyik dengan berbagai suguhan menarik berbeda setiap harinya.

Untuk bisa sampai di sini wisatawan bisa memulai dari Jalan Malioboro, lokasinya ada di ujung Timur Jalan Malioboro. Transpotasi yang bisa digunakan untuk sampai kawasan ini berupa kendaraan pribadi nanti bisa di parkirkan di sekitaran Jalan Malioboro dan  bisa juga menggunakan kendaraan umum naik Tras Jogja turun di Halte 3 Malioboro.

Berburu Foto di Jalan Malioboro

Jalan Malioboro merupakan destinasi wisata di kota Jogja yang wajib dikunjungi, tidak lengkap rasanya bila berwisata ke kota Jogja tanpa mengunjungi Malioboro. Malioboro merupakan sebuah jalan yang letaknya ada di pusat kota. Disini kita bisa menikmati wisata kuliner, berburu oleh-oleh atau sekedar menikmati indahnya kota juga boleh. Kalau berkunjung ke Jalan Malioboro sebaiknya di malam karena jalan ini baru akan ramai jika di malam hari.

Destinasi atau spot menarik di Jalan Malioboro

  1. Papan nama Jalan Malioboro

Spot foto pertama tentunya hal yang menunjukkan bahwa kita sedang ada di kota Jogja. Papan nama Jalan malioboro ini merupakan sebuah papan nama dengan tiang yang ada di ujung barat. Jika ingin foto di sini kalian mesti bersabar karena banyak wisatawan yang juga berburu foto di tempat ini.

  1. Tempat duduk pinggir jalan

Kamu bisa menemukan tempat-tempat duduk yang ada di pinggir jalan. Pemasangan tempat duduk ini baru saja di lakukan tahun kemarin jadi buat kalian yang tidak mau ketinggalan eksis jangan sampai tidak foto di  ya.

  1. Mall Malioboro

Selain pedagang kaki lima dan toko-toko yang ada disampingnya di Jalan Malioboro juga ada satu Mall namanya Malioboro Mall, layaknya Mall pada umumnya yang unik dari tempat ini karena letaknya di Jalan Malioboro setiap malam akan ada pertunjukan seni jalanan di samping pintu masuk. Di pintu masuk juga kita bisa berfoto dengan ornamen yang ada.

  1. Pasar Bringharjo

Kalau Jalan Malioboro rampai di malam hari di pasar Bringharjo ini sudah ramai sejak pagi sampai sore. Untuk kalian yang datang ke Jalan Malioboro siang atau sore kalian bisa mampir ke tempat ini untuk berbelanja.

  1. Monumen 1 Maret

Letaknya ada kompleks benteng dan juga di ada pagar pembatas yang menjulang tinggi namun hal itu tidak menyurutkan niat wisatawan untuk berburu foto dengan monumen ini. Di tempat ini juga sering diadakan event-event khusus di Jogja. Lokasi monumen ini berada di ujung timur Jalan Malioboro. Tepatnya di titik nol Km.

Serunya melihat Puro Pakualaman secara lebih dekat

Jika selama ini kita mengenal istana yang ada di Jogja dengan sebutan Kraton Yogyakarta maka kali ini kita akan berkunjung ke istana yang juga ada di Jogja tapi bukan Kraton namanya. Yaps, Istana Paku Alaman atau Puro Pakualaman, lokasinya 2,5 km di sebelah timur Kraton Jogja. Puro Pakualaman merupakan kediaman GPA Paku Alam dan menjadi Istana termuda dari pecahan kerajaan Mataram Islam yang di dirikan pada tanggal 17 Maret tahun 1813 dengan alasan Kontrak politik dengan pemerintah Inggris pada waktu itu.

Dilihat dari bangunannya Puro Pakualaman memang lebih kecil dari pada Kraton. Di depan gerbang ada lapangan yang ditumbuhi pohon beringin atau orang menyebutnya dengan alun-alun Sewandana, tempat ini akan dipenuhi oleh pedagang kaki lima di sore hari.

Lanjut memasuki kompleks Puro Pangkualaman kita akan disambut dengan indahnya taman dan kolam yang ditumbuhi bunga teratai. Masuk lebih jauh letaknya di belakang taman ada bangsal Sewaotomo yang merupakan tempat menyimpan seperangkat gamelan. Jika ingin mendengar alunan gamelan wisataman bisa datang di hari Minggu pon. Selain itu ada juga bangsal Sewarengga, Dalem Ageng Praboyeksa, Gedung Maerakaca dan masih banyak lagi yang lainnya. untuk wisatawan yang ingin tahu lebih dalam tentang Puro Pakualaman bisa mengunjungi museum dan perpustakaan yang letaknya ada di kompleks istana.

Lokasi dari Puro Pakualaman berada di Jl. Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Jalan Malioboro ke arah Timur. Kraton Yogyakarta masih ke timur lagi kurang lebih dua koma lima kilo, setelah sampai di Kraton Jogja nanti akan ada papan petunjuk jalan yang bisa di ikuti. Jika anda dari Jalan Malioboro bisa naik andong atau becak untuk sampai ke Puro Pakualaman.

Puro Pakualaman menjadi salah satu destinasi wisata ke kota Jogja untuk Melihat keindahan kebudayaan Jawa di Yogyakarta yang wajib anda kunjungi. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap moment kebersamaan anda bersama teman, pasangan, saudara dan keluarga dengan background kekayaan budaya Jawa yang ada di Puro Pakualaman.

Menikmati kebudayaan Jawa di Keraton Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang terkenal dengan sebutan Jogja memiliki berbagai tempat wisata menarik serta kental dengan unsur kebudayaan khas Jawa-nya. Pusat kebudayaan Jawa di Jogja letaknya berasa di Keraton Jogjakarta. Keraton Jogja didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Lokasi Keraton Jogja dahulunya merupakan bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati atau tempat singgah iring-iringan jenazah raja-raja Mataram yang akan di ke bumikan di Imogiri. Keraton Jogja merupakan tempat tinggal Sultan dan tempat berlangsungnya tatanan kehidupan Sultan sampai saat ini.

Yang unik di Keraton Jogja kita bisa melihat benda peninggalan Kerajaan Mataram, kereta kencana, benda-benda pusaka dan alat musik gamelan. Di setiap sudut Keraton kita akan melihat banyak abdi dalem Kesultanan Jogja dan kita bisa selfi atau berfoto bersama mereka. Ada pemadu untuk anda yang ingin tahu lebih jelas tentang benda-benda maupun kebudayaan Jawa yang ada di Keraton Jogja. Selain bisa melihat benda peninggalan Karton, para wisatawan juga bisa menyaksikan pagelaran seni yang ditampilkan di Keraton Jogja antara lain:

  • Musik gamelan setiap hari senin dan selasa yang mulai dari jam 10.00 WIB
  • Wayang Golek menak di setiap hari Rabu mulai dari jam 10.00 WIB
  • Pertunjukan tari di setiap hari Kamis mulai dari 10.00 WIB
  • Macapat setiap hari Jumat mulai dari jam 09.00 WIB
  • Wayang kulit di hari Sabtu mulai dari jam 09.00 WIB
  • Petunjukkan wayang orang dan Tari setiap hari Minggu mulai dari jam 09.30 WIB

Lokasi Keraton Jogja

Lokasi Keraton Jogja yang berada di jantung kotanya Jogja memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Keraton Jogja hanya berjarak 50 meter dari titik nol km, sebelah timurnya Jalan Malioboro. Wisatawan yang datang dari Jalan Malioboro berjalan ke arah timur sampai di perempatan nol km lalu lurus ke timur sampai di Jalan  Margo Mulyo ada pertigaan ke kanan ikuti papan petunjuk yang ada. Tidak sulit menemukan lokasi Keraton Jogja karena banyak papan petunjuk jalan yang akan menunjukkan di mana Keraton Jogja berada. Wisata ke kota Jogja jangan sampai lupa untuk menikmati kebudayaan jawa di Keraton Yogyakarta.

Jam operasional dan harga tiket masuk

Keraton Jogja buka setiap hari mulai dari jam 08.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, sedangkan khusus untuk hari Jumat buka dari jam 08.00 WIB sampai jam 12.00 WIB. Harga tiket masuk Rp.7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 12.500  untuk wisatawan Manca Negara. Ada tambahan biaya untuk anda yang membawa kamera masuk.